Rabu, 25 Juni 2014

PERGUDANGAN (WAREHOUSING)



PERGUDANGAN (WAREHOUSING)
Warehousing

PERGUDANGAN (WAREHOUSING)

Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi dan operasi industri farmasi yang berfungsi untuk menyimpan bahan baku, bahan kemas dan obat jadi yang belum didistribusikan. Selain untuk penyimpanan gudang juga berfungsi untuk melindungi bahan (baku, pengemas, dan obat jadi) dari pengaruh luar dan binatang pengerat, serangga, dan melindungi obat dari kerusakan. Agar dapat menjalankan fungsi tersebut maka harus dilakukan pengelolaan pergudangan secara benar atau yang sering disebut dengan Manajemen Pergudangan.

Manajemen Pergudangan memiliki cakupan antara lain: (1) mengatur orang/petugas (SDM), (2) mengatur penerimaan barang, (3) mengatur penataan/penyimpanan barang, dan (4) mengatur pelayanan akan permintaan barang. Adapun sasaran pengelolaan gudang (manajemen pergudangan) adalah:

1. Fasilitas

· Penyediaan serta pengaturan yang baik terhadap fasilitas/perlengkapan /peralatan yang dibutuhkan dalam gudang

· Pemakaian ruang seefektif mungkin

· Memungkinkan pemeliharaan yang baik dan mudah untuk semua fasilitas gudang

· Fleksibilitas terhadap perubahan

2. Tenaga Kerja

· Penggunaan tenaga kerja seefektif mungkin

· Mengurangi resiko kecelakaan kerja

· Memungkinkan pengawasan yang baik

3. Barang

· Menghindari kerusakan barang ataupun yang mempengaruhi kualitasnya

· Menghindari terjadinya kehilangan barang

· Mengatur letak agar hemat tempat/ruang

· Pengaturan aliran keluar – masuknya barang

Syarat-syarat gudang (sesuai dgn cGMP)

Agar dapat menjalankan fungsinya dengan benar, maka gudang harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Terkini. Syarat-syarat tersebut di antaranya :

1. Harus ada Prosedur Tetap (protap) yang mengatur/tata cara kerja bagian Gudang, termasuk didalamnya mencakup tentang tata cara penerimaan bahan, penyimpanan dan distribusi bahan/produk
2. Gudang harus cukup luas, terang dan dapat menyimpan bahan dalam keadaan kering, bersuhu sesuai dengan persyaratan, bersih dan teratur
3. Harus terdapat tempat khusus untuk menyimpan bahan yang mudah terbakar atau mudah meledak (misalnya alkohol atau pelarut – pelarut organik)
4. Tersedia tempat khusus untuk produk atau bahan dalam status “karantina” dan “Ditolak”
5. Tersedia tempat khusus untuk melakukan sampling (sampling room) dengan kualitas ruangan seperti ruang produksi (grey area)
6. Pengeluaran bahan harus menggunakan prinsip FIFO (First In First Out) atau FEFO (First Expired First Out)

Kapasitas Gudang

Salah satu hal yang sangat mempengaruhi berfungsi tidaknya suatu gudang adalah kapasitas dari gudang itu sendiri. Dalam menentukan kapasitas gudang, maka keadaan yang harus dipertimbangkan adalah keadaan maksimum. Gudang mencapai keadaan maksimum pada saat sediaan pengaman belum dipakai, terjadi keterlambatan pemakaian bahan, sedangkan pesanan datang lebih cepat.

Untuk dapat menghitung besarnya kapasitas gudang yang harus dipenuhi, maka diperlukan data tentang : (1) jumlah pesanan (order quantity) dalam suatu periode tertentu yang dilakukan, (2) besarnya sediaan pengaman yang ditentukan, (3) variasi lead time, dan (4) fluktuasi pemakaian.

Jumat, 20 Juni 2014

Kanban

Permudah Aliran Informasi dengan Kanban

http://shiftindonesia.com/wp-content/uploads/2014/06/shift-sscx-sistem-kanban-s-600x448.jpeg

Inspirasi dari Supermarket

Di akhir 1940-an, Toyota menemukan ide untuk menciptakan sistem rekayasa baru dari sumber yang sama sekali tidak berhubungan dengan produksi mobil: supermarket. Mereka melihat petugas di toko mengisi kembali stok barang di toko dari penyimpanan di gudang toko; bukan dari vendor pemasok.
Petugas membeli barang dari vendor hanya ketika persediaan barang tersebut hampir habis di gudang. Proses pembelian dan pengiriman “just-in-time” yang dijalankan di supermarket ini menerbitkan ide brilian di kepala para insinyur Toyota. Mereka memikirkan dan mempioneri sebuah metode perbaikan yang baru: sistem Kanban. Kanban mengatur kesesuaian antara inventori dengan permintaan pasar, sekaligus meraih level kualitas dan throughput yang lebih tinggi.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Sederhana. Hanya dengan memperbaiki sistem komunikasi menjadi lebih baik. Sistem komunikasi tidak lagi dilakukan dengan lisan atau tulisan, tapi dengan penanda visual. Mereka menyebutnya visual management atau manajemen visual, yang menjadi inti dari sistem Kanban.
Kanban merupakan kata dalam bahasa Jepang yang secara harfiah artinya “sinyal visual” atau “kartu”. Sistem Kanban di Toyota memang menggunakan kartu-kartu berwarna sebagai sarana komunikasi. Warna-warna pada kartu mengindikasikan berbagai informasi mengenai pekerjaan: apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana.
Sistem Kanban diakui sebagai buah dari ilmu pengetahuan pada awal 2005, dan pada 2007 dibuatlah sebuah komunitas Kanban yang dipimpin oleh David J. Anderson, Jim Benson, Corey Ladas, dan beberapa orang lainnya. Body of knowledge dari sistem Kanban tidak hanya dipengaruhi oleh Toyota Production System semata, tapi juga oleh karya W. Edwards Deming, Elihayu Goldratt, Donald Rein dan juga pemikiran-pemikiran para pemimpin lainnya.

Mengapa Komunikasi dengan Kanban Efektif

Meskipun saat ini banyak sekali teknologi canggih yang bisa digunakan untuk mempermudah proses komunikasi, seperti smartphone dengan sensor retina atau tablet dengan teknologi high-end, namun informasi dari perangkat modern tersebut tampil di permukaan layar datar berukuran kurang dari 10 inci. Sayangnya, jenis komunikasi yang terlalu banyak mengandung teks bukanlah jenis komunikasi yang cocok bagi semua orang. Efektivitas informasi tekstual seperti ini bisa jadi lebih rendah dari yang kita harapkan.
Mari visualisasikan cara yang lebih baik…
Sebuah gambar menyimpan ribuan kata; penjelasan sains mengiringi pernyataan ini. Otak memproses informasi visual 60.000 kali lebih cepat daripada informasi dalam bentuk teks. 40% dari semua serabut saraf yang terhubung ke otak terkait dengan retina. Informasi visual menyumbang 90% data yang disimpan otak kita. Hal ini menunjukkan bahwa jalur neurologis kita lebih memilih untuk menampilkan gambar dibandingkan teks.
shift sscx kanban-board
Sistem Kanban sederhana. Sumber: leankit.com.
Sains menerangkan alasan mengapa sistem Kanban efektif dalam memperbaiki komunikasi. Kanban membantu anda memanfaatkan kekuatan informasi visual (dengan menggunakan catatan pada sticky note atau bentuk visual lain yang ditempel di papan informasi) untuk menciptakan “gambaran” pekerjaan karyawan. Melalui informasi visual ini, anda akan melihat bagaimana pekerjaan mengalir dalam proses kerja karyawan; tidak hanya mengkomunikasikan status, tapi juga konteks dari pekerjaan. Kanban mempermudah penyebaran informasi yang biasanya dikomunikasikan dengan kata-kata dengan mengubahnya menjadi brain candy.

thanks to http://shiftindonesia.com/

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae

Personal Details
Place/date of birth        :   Gn.Kidul, 09 March 1988
Nationality                :   Indonesia
Merital Status             :   Married
Gender                     :   Male
Religion                   :   Islam
Address                    :   Jl. Krendang Tengah I, No. 37 RT 07/ 02, Krendang, Tambora
                               Jakarta Barat 11260
Phone                      :   0856 977 98 967
                               (021) 920 15 628

                
Education :

    2008 – 2013    :    Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
                                 Bachelor degree of Pharmacy, Faculty of Pharmacy      
    2003 – 2006    :    Senior High School, SMF BPK Penabur, Jakarta
    2000 – 2003    :    Junior High School, SLTPN 1 Wonosari, Jogjakarta
    1994 – 2000    :    Elementary School, SDN Bunder 1, Jogjakarta

Achievements and Certificate:

Juni 07th  2014
      - 7 Habbit effective people
October 11th 2012
      - Pest Management Seminar by PT. Ardwolf
September 17th 2011
      - Penghargaan PMI Jakarta atas Pencpaian 10 X Donor Darah
November  29th  2010
      - First Aid Trainig
September 11th 2009
      - HSE Induction
March 23th 2007
      - Peran dan Tanggung Jawab Supervisor Pada Penerapan K3LH

Organization Experience

2003 – 2006     Ketua Bidang Olahraga OSIS SMFK BPK Penabur
2005 – 2006     Ketua Bidang Rohani Karang Taruna RW 014-Kelurahan Kapuk
2006 – 2009     Sekertaris RISMA-Kelurahan Kapuk
2009 -  2013    Tim Tanggap Darurat
  

Key Technical & Skills
  • Forecasting Material            Inventory Control
  • Warehousing Management
  • Handling Material
  • Stock Accuracy
  • IFS 2008 and IFS 8        
  • Ms.Excel    
  • Ms. Word            
  • Ms. PowerPoint                
Work Experience :

September  2006 - November 2006
            Phamrmacist Assistant, at Apotik Sumber Sehat,  Jakarta.
November 2006 – Januari 2010
            Warehouse Checker  at PT. SOHO Industri, Jakarta.
Januari 2010 – 2013
             Senior Inbound  Checker  at PT. SOHO Industri, Jakarta.
Januari 2014 – Present           
              Logistic Compliance Head at PT. Megasetia Agung Kimia, Jakarta.